LAUNCHING PROGRAM KREASI: INISIATIF PENDIDIKAN UNTUK MASA DEPAN ANAK DI KABUPATEN KETAPANG

gradasi

GradasiKetapang, Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (Kreasi), sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat pendidikan anak di Kabupaten Ketapang, resmi diluncurkan pada Sabtu, 8 Maret 2025, di Ballroom Grand Zuri Ketapang. Acara ini dihadiri oleh unsur pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten, serta organisasi masyarakat sipil, akademisi, NGO, dan media, menandai komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Peluncuran program ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantarannya Direktur Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP, M.Si, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP), Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP),  Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, serta unsur Prokopimda dan OPD Kabupaten Ketapang. Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayah terpencil.

Gradasi Ketapang

Meningkatkan Literasi dan Numerasi untuk Masa Depan Anak Bangsa

Program Kreasi adalah hasil kolaborasi antara Save the Children Indonesia dan Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah. Fokus utama program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kabupaten Ketapang, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. Direktur Save the Children Indonesia, dr. Silverius Tasman Muda, menekankan pentingnya upaya ini sebagai bagian dari usaha memperbaiki posisi Indonesia dalam peringkat global pendidikan.

“Sejalan dengan tujuan ini, program ini merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan literasi dan numerasi Indonesia, yang saat ini berada di peringkat 71 dan 70 dari 80 negara di dunia,” ungkap Dr. Silverius. Data tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan kemampuan dasar anak-anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, yang menjadi pondasi penting bagi perkembangan mereka di masa depan.

Gradasi Ketapang 1

Pendidikan Berkualitas untuk Semua: Harapan dari Kemendikdasmen

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaidi, M.Pd, mengungkapkan harapannya bahwa Program Kreasi ini menjadi pondasi pendidikan bermutu di Kabupaten Ketapang. “Program ini diharapkan dapat menjadi sebuah penguatan literasi, numerasi, dan penguatan karakter murid sebagai pondasi pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya. Dr. Iwan menambahkan bahwa kualitas pendidikan harus dapat diakses oleh semua anak di seluruh wilayah, terutama daerah yang masih tertinggal.

Simbol Kebersamaan dan Keberagaman

Salah satu momen paling berkesan dalam peluncuran ini adalah penampilan tarian tiga etnis yang dibawakan oleh pelajar Muhammadiyah. Tarian ini menjadi simbol kebersamaan dan keberagaman, dua nilai yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan di Kabupaten Ketapang. Tarian ini tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menggambarkan semangat inklusivitas yang diusung oleh Program Kreasi.

Bupati Ketapang: Kolaborasi untuk Pendidikan Anak

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si, dalam sambutannya berterima kasih dan memberikan apresiasi atas hadirnya Program Kreasi di Ketapang yang merupakan kerjasama Save The Children dan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah. Program ini tentunya sangat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang.

“Program Kreasi ini berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penguatan karakter. Oleh karena itu, saya berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan wilayah sasaran” ungkap Alexander Wilyo.

Menuju Perubahan Positif dalam Pendidikan

Program Kreasi diharapkan dapat memperkuat sistem pendidikan di daerah-daerah terpencil dan membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak di Ketapang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, peluncuran Program Kreasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perubahan positif dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Ketapang.

Langkah ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan komitmen bersama adalah kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan anak-anak di daerah.

Pewarta : AU

Gradasi iklan Lawang Kekayun Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *